My Blog

Senyum Terakhir Disaat Kau Ingin Pergi Selamanya

Senyum Terakhir Disaat Kau Ingin Pergi Selamanya

Disaat semua telah ku tulis diatas secarik kertas putih, mungkin ini surat terakhir yang ingin ku berikan, mungkin Tuhan menyaksikan semua pendiritaan yang ku alami semenjak kau pergi. Bersama langit fajar, burung-burung yang menghinggapi pohon tua di pagi hari, hingga menjelang malam, yang tak pernah ramai oleh gelak tawamu dan decak senyum bibir manismu.

Dimana hanya ada rangkaian bintang-bintang dan angin malam yang sedikit dingin tanpa selendang hijau tua yang selalu kau bawa untuk menemani kebersamaan kecil kita. Harapanku seakan telah pupus oleh alam semesta yang mencoba membuatnya tetap hidup walau lentera duka memaksanya untuk hilang.

Di bawah langit malam, telah ku relakan semua mimpi dan harapan kecil kita selamanya kandas. Tanpa ku sadari, memang terlalu sulit melahirkan sebuah momen istimewa yang tak bisa kau nilai atau di sisi lain kau hanya menganggapnya sebagai angin lalu.

Bangun lah dari tidur lelapmu, jika momen tersebut dapat muncul seketika diatas angan yang ku anggap telah hilang dan biarkan dunia dan alam semesta memutuskan apakah kau akan selamanya hilang atau kembali dalam ingatan burukku.

Jika kau ingin pergi meninggalkanku, jangan kau rebut bahagiaku, cukup ambil luka yang ku alami agar aku dapat sedikit merasakan baik-baik saja. Dan lengkungkan senyum indah di bibir manismu, disaat dunia lebih memilih kau pergi untuk selamanya…

Next Post

You Might Also Like